TALKIN
Kehidupan dan
kematian adalah suatu rangkaian yang takkan terpisahkan. Itu semua sudah di atur dengan rapi dan indah
oleh Dzat Yang Maha Kuasa yaitu Allah U, Dialah yang menciptakan kita tuk merasakan
secuil nikmat kehidupan dunia ini. Kita sebagai ciptaan-Nya tentu wajib
mengenal dan mengetahui siapa Allah U
, hak-hak Allah U,
kewajiban-kewajiban terhadap AllahU,
dan lain-lain, kemudian kita praktekan dalam kehidupan kita sehari-sehari, agar
kita tidak termasuk golongan yang mendapat gelar sebagai makhluk yang durhaka
kepada Allah U.
Dalam
kehidupan ini, Allah juga mengaharuskan dan mewajibkankepada kita untuk
mentauhidkan dan beribadah hanya kepada Allah U
serta menjauhi kesyirikan-kesyirikan. Kita harus mengamalkan
kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang bersifaat haram. Kita harus
melaksanakan sunnah-sunah Rosulullah r
dan menjauhi bid’ah-bid’ah. Kita juga diberikan banyak kelonggaran-kelonggaran
oleh Allah U
yang bersifat mubah. Itu semua teraangkum dalam syari’at islam ini. Yang jika
seorang muslim tidak mau mempelajari hukum-hukum syari’at ini, maka ia akan
menjadi manusia yang bodoh dan menjadi orang-orang yang durhaka kepada Allah U.
Maka sebagai seorang muslim kita harus mengenal agama islam ini dengan baik dan
benar.
Mengenal islam
dengan baik dan benar. Hal itu tidak akan dapat dilalui kecuali dengan
cara-cara yang telah di ajarkan dan di amalkan oleh Rosulullah r.
Dialah utusan Allah kepada sseluruh umat manusia di dunia ini, baik yang muslim
maupun yang kafir, untuk menjelaskan syari’at-syari’at Allah. Maka kita
ssebagai umat Nabi Muhaammad r
juga di haruskan untuk mengenalnya dengan baik, mengikuti sunnah-sunnahnya
serta meninggalkan bid’ah-bid’ah, taat terhadap perintah-perintahnya serta jauh
dari hal-hal yang di larangnya. Kita juga dilarang durhaka kepadanya. Ini semua
terngkum dalam sebuah kitaab Al Ustulust stalastah. Dan tiga hal ini jugalah
yang akan di tanyakan oleh malaikat tatkala seseoarang baru saja masuk ke dalam
liang lahat. Jika di dunia ini, dia memahami ketiga hal tersebut serta
mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari, maka Allah akan mudahkan jawaban
dari pertanyaan malaikat itu di akhiraat nanti. Sebagaimana Allah jelaskan
dalam surat Ibrohim ayat 27.
Begitu juga
sebaliknya, jika seseorang itu enggan untuk mempelajari tiga pokok yang menjadi
dasar agama ini, dia tidak mengenal Allah U
sebagai Tuhannya, dia juga tidak mengenal Nabi Muhammad r,sebagai contoh dan panutannya, dia juga tidak mengenal
agama islam ini dengan bik dan benar, dia enggan untuk mengkaji itu semua karna
terbuai dengan gemerlapnya keindahan dunia yang menggiurkan, ataupun di
sibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan dunia serta kegiatan-kegiatan yang menjadikan
sseseorang lupa akan agamanya. Atau memang sudah tertanam dalam jiwanya bahwa
tatkala seseorang meninggal nanti, selesailah semua urusan yang membebaninya,
atau memang sudah kuat sifat malas yang di tanamkan syithon dengan gesitnya,
maka jenis orang-orang yang seperti ini, dia akan mengalami kebutaan hati di
dunia ini dan akirat nanti. Jadinya, dia akan kelabakan untuk menjawab ujian
yang akan diberikan oleh malaikat secara lisan setelah ia masuk kedalam kubur
nanti. Sebagaimana Allah jelaskan dalam suraat Al Isro’ ayat 72.
MENGATASI MOOD
Sering kali ini menjadi
penghambat bagi kita untuk taklim. Sekalinya mau taklim, tapi nggak mood.
Otomatis taklim yang menjadi kewajiban setiap mukmin pasti gak jadi. Rasanya
hati ini membeku menjadi kaku dan tak mau
di gerakkan. Bahkan kakipun susah untuk melaangkah Alasanya klasik, lagi nggak
mood. Padahal, mood jelek selalu hadir setiap harinya. Jika kita tak bisa
mengatasinya, maka selamanya kita tak akan pernah ikut takllim.
Taklim tidak harus menuggu mood baik datang, tapi
kita sendiri yang harus mengundang mood itu untuk datang. Jika kita menunggu
mood datang dengan sendirinya pasti akan
lama sekali. Terkadang saaat datangnya mood, kita sedang di sibukkan dengan
kegiatan lain yang penting. Justru pada saat kita sengggang dan ingin sekali
ikut taklim mood malah tidak datang, atau pas gak ada jadwalnya kan repot
jadinya. Sekali lagi, kita yang harus mengundang mood itu datang. Jika kita
bisa melakukanya,kapanpun kita menginginkanya, maka mood itu dengan mudah kita
panggil,sehinggga taklim bisa menjadi sangat menyenangkan. Kalo pas gak
berbarengan dengan jadwal taklim maka bisa di pakai untuk baca-baca buku di
rumah. Itu juga salah satu bagian dari taklim.
Mengenal Allah U
Taklim
adalah belajar, belajar itu untuk menuntut ilmu. Dan yang di maksudkan ilmu di
sini adalah mengenal Allah U.
Sebagai seorang muslim kita wajib mengenal Allah U,
baik dzat-Nya, Sifat-sifat-Nya, maupun perbuatan-perbuatn-Nya. Allah punya dzat
? ya. Allah punya dzat, karena Allah ada. Kita tidak bisa meyakini Allah itu
ada jika Allah tidak punya dzat. Maka orang yang tidak meyakini akan adanya
dzat bagi Allah berarti orang itu meyakini sesuatu yang gak ada. Allah juga
punya sifat-sifat dan nama-nama yang maha tinggi dan mulia. Sifat dan nama-nama
tersebut banyak di sebutkan dalam Al Qur’an dan Hadist. Semua nama bagi Allah
pasti mengandung sifat-Nya, tapi tidak setiap sifat Allah mengandung nama-Nya.
Semua nama Allah itu baik sebagaiman di sebutkan dalam Al Qur’an surat Al ‘Arof
: 180 .
Kenapa
ssemua nama Allah itu baik ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar