Minggu, 06 Januari 2013

Talqin


TALKIN
Kehidupan dan kematian adalah suatu rangkaian yang takkan terpisahkan.  Itu semua sudah di atur dengan rapi dan indah oleh Dzat Yang Maha Kuasa yaitu Allah U,  Dialah yang menciptakan kita tuk merasakan secuil nikmat kehidupan dunia ini. Kita sebagai ciptaan-Nya tentu wajib mengenal dan mengetahui siapa Allah U , hak-hak Allah U, kewajiban-kewajiban terhadap AllahU, dan lain-lain, kemudian kita praktekan dalam kehidupan kita sehari-sehari, agar kita tidak termasuk golongan yang mendapat gelar sebagai makhluk yang durhaka kepada Allah U.
Dalam kehidupan ini, Allah juga mengaharuskan dan mewajibkankepada kita untuk mentauhidkan dan beribadah hanya kepada Allah U serta menjauhi kesyirikan-kesyirikan. Kita harus mengamalkan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang bersifaat haram. Kita harus melaksanakan sunnah-sunah Rosulullah r dan menjauhi bid’ah-bid’ah. Kita juga diberikan banyak kelonggaran-kelonggaran oleh Allah U yang bersifat mubah. Itu semua teraangkum dalam syari’at islam ini. Yang jika seorang muslim tidak mau mempelajari hukum-hukum syari’at ini, maka ia akan menjadi manusia yang bodoh dan menjadi orang-orang yang durhaka kepada Allah U. Maka sebagai seorang muslim kita harus mengenal agama islam ini dengan baik dan benar.
Mengenal islam dengan baik dan benar. Hal itu tidak akan dapat dilalui kecuali dengan cara-cara yang telah di ajarkan dan di amalkan oleh Rosulullah r. Dialah utusan Allah kepada sseluruh umat manusia di dunia ini, baik yang muslim maupun yang kafir, untuk menjelaskan syari’at-syari’at Allah. Maka kita ssebagai umat Nabi Muhaammad r juga di haruskan untuk mengenalnya dengan baik, mengikuti sunnah-sunnahnya serta meninggalkan bid’ah-bid’ah, taat terhadap perintah-perintahnya serta jauh dari hal-hal yang di larangnya. Kita juga dilarang durhaka kepadanya. Ini semua terngkum dalam sebuah kitaab Al Ustulust stalastah. Dan tiga hal ini jugalah yang akan di tanyakan oleh malaikat tatkala seseoarang baru saja masuk ke dalam liang lahat. Jika di dunia ini, dia memahami ketiga hal tersebut serta mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari, maka Allah akan mudahkan jawaban dari pertanyaan malaikat itu di akhiraat nanti. Sebagaimana Allah jelaskan dalam surat Ibrohim ayat 27.         
Begitu juga sebaliknya, jika seseorang itu enggan untuk mempelajari tiga pokok yang menjadi dasar agama ini, dia tidak mengenal Allah U sebagai Tuhannya, dia juga tidak mengenal Nabi Muhammad r,sebagai  contoh dan panutannya, dia juga tidak mengenal agama islam ini dengan bik dan benar, dia enggan untuk mengkaji itu semua karna terbuai dengan gemerlapnya keindahan dunia yang menggiurkan, ataupun di sibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan dunia serta kegiatan-kegiatan yang menjadikan sseseorang lupa akan agamanya. Atau memang sudah tertanam dalam jiwanya bahwa tatkala seseorang meninggal nanti, selesailah semua urusan yang membebaninya, atau memang sudah kuat sifat malas yang di tanamkan syithon dengan gesitnya, maka jenis orang-orang yang seperti ini, dia akan mengalami kebutaan hati di dunia ini dan akirat nanti. Jadinya, dia akan kelabakan untuk menjawab ujian yang akan diberikan oleh malaikat secara lisan setelah ia masuk kedalam kubur nanti. Sebagaimana Allah jelaskan dalam suraat Al Isro’ ayat 72.

MENGATASI MOOD
                Sering kali ini menjadi penghambat bagi kita untuk taklim. Sekalinya mau taklim, tapi nggak mood. Otomatis taklim yang menjadi kewajiban setiap mukmin pasti gak jadi. Rasanya hati ini membeku  menjadi kaku dan tak mau di gerakkan. Bahkan kakipun susah untuk melaangkah Alasanya klasik, lagi nggak mood. Padahal, mood jelek selalu hadir setiap harinya. Jika kita tak bisa mengatasinya, maka selamanya kita tak akan pernah ikut takllim.
                Taklim  tidak harus menuggu mood baik datang, tapi kita sendiri yang harus mengundang mood itu untuk datang. Jika kita menunggu mood datang  dengan sendirinya pasti akan lama sekali. Terkadang saaat datangnya mood, kita sedang di sibukkan dengan kegiatan lain yang penting. Justru pada saat kita sengggang dan ingin sekali ikut taklim mood malah tidak datang, atau pas gak ada jadwalnya kan repot jadinya. Sekali lagi, kita yang harus mengundang mood itu datang. Jika kita bisa melakukanya,kapanpun kita menginginkanya, maka mood itu dengan mudah kita panggil,sehinggga taklim bisa menjadi sangat menyenangkan. Kalo pas gak berbarengan dengan jadwal taklim maka bisa di pakai untuk baca-baca buku di rumah. Itu juga salah satu bagian dari taklim.
               
Mengenal Allah U
                Taklim adalah belajar, belajar itu untuk menuntut ilmu. Dan yang di maksudkan ilmu di sini adalah mengenal Allah U. Sebagai seorang muslim kita wajib mengenal Allah U, baik dzat-Nya, Sifat-sifat-Nya, maupun perbuatan-perbuatn-Nya. Allah punya dzat ? ya. Allah punya dzat, karena Allah ada. Kita tidak bisa meyakini Allah itu ada jika Allah tidak punya dzat. Maka orang yang tidak meyakini akan adanya dzat bagi Allah berarti orang itu meyakini sesuatu yang gak ada. Allah juga punya sifat-sifat dan nama-nama yang maha tinggi dan mulia. Sifat dan nama-nama tersebut banyak di sebutkan dalam Al Qur’an dan Hadist. Semua nama bagi Allah pasti mengandung sifat-Nya, tapi tidak setiap sifat Allah mengandung nama-Nya. Semua nama Allah itu baik sebagaiman di sebutkan dalam Al Qur’an surat Al ‘Arof : 180 .
                Kenapa ssemua nama Allah itu baik ? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar